Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2015

Umat Ini Akan Mengikuti Kaum-kaum Sebelumnya (3 – Habis)

RASULULLAH juga mengungkapkan dalam hal ini, tentang gunung Uhud, dengan sabdanya: “Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kamipun mencintainya.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Ahmad, dan Thabrani).
Manusia dalam peradaban Barat mengalami konflik dengan sesama manusia, yaitu konflik yang memunyai bentuk yang berbeda-beda. Suatu saat konflik itu terjadi antar individu untuk memperebutkan kepentingan individu masing-masing. Apalagi peradaban ini membuka peluang bagi dominasi karakter individualisme dan filsafat pragmatisme, sehingga muncul pameo bahwa manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.  Pada saat lain, konflik ini terjadi antar kelas dan kelompok sosial khususnya yang diakibatkan oleh agitasi masing-masing kelompok demi kepentingan dirinya. Sedangkan keburukan dan kehinaan milik kelompok lain.
Implikasi dari paham ini adalah sikap rakus, tamak dan serakah manusia dalam memenuhi tuntutan dan keinginannya. Paham bahwa alam harus ‘ditaklukkan’ juga telah merasuk pada komunitas akademisi dan mereka yang aktif dalam dunia sains. Dengan berbekal logika dan akal yang dangkal, mereka sulit menerima bila setiap ada bencana alam dan musibah yang menimpa manusia selalu dikaitkan dengan campur tangan Allah. Yang mereka tempuh justru berfikir dan berfikir untuk menciptakan teknologi terbaru agar semua musibah dan bencana itu bisa ditaklukkan dan ditundukkan.  Tidak pernah sedikitpun merenung dan memohon kepada Allah – sebagai pemilik dan penguasa mutlak atas alam semesta ini – agar musibah itu dihilangkan dan ditukar dengan nikmat.  Barangkali tabi’at konflik yang merupakan pilar dari peradaban barat ini telah masuk ke dalam otak sebagian mereka
5. Sikap Superioritas Atas Bangsa Lain.
Rasa lebih tinggi atau superioritas Barat atas bangsa yang lainnya adalah satu sifat lain bagi peradaban Barat.  Sikap superioritas ini begitu mendalam merasuk dalam mentalitas Barat. Mereka berkeyakinan memunyai ras yang lebih unggul daripada bangsa lain dan lebih biru darahnya. Mereka diciptakan – menurut anggapan mereka sendiri – untuk memimpin dan menguasai bangsa lain. Sedangkan bangsa lain dicipta untuk mengabdi kepada kepada mereka. Inilah watak dasar yang ikut mewarnai peradaban Barat.  Oleh karenanya muncul teori di kalangan mereka yang disebut Racial superiority, yaitu bahwa manusia tidak sama.
lmplikasi paham ini dapat kita lihat bagaimana status sosial dan kehormatan seseorang tidak lagi berdasarkan akhlak dan kemuliaan, melainkan pada kedudukan dan materi yang disandang. Seseorang memuliakan orang lain tidak lagi karena keluhuran budi pekerti dan keagungan akhlaknya, melainkan karena tingginya kedudukan seseorang dan kecukupan materi yang bersamanya.
Inilah barangkali beragam fenomena akhir zaman yang hari ini sedemikian nyata terlihat dan menjelma pada banyak komunitas umat Islam. Wallahu a’lam bish shawab. [Sumber: Akhir Zaman/Dari: 100 Hadits Tentang Nubuat Akhir Zaman/Abdur Rahman Al-Wasithi/Az-Zahra Mediatama/Hal. 18-26]

Sumber : islampost.com

Salju Turun di Jazirah Arab, Imam Masjid Haram: “Hari Penghakiman Segera Tiba”

BEBERAPA hari belakangan salju turun di Jazirah Arab setelah badai Alexa melanda wilayah ini. Imam Masjid Haram Syeikh Su’ud Syuraim mengatakan, terbukti bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar-benar seorang Nabi dan Rasul yang menerima wahyu dari Allah.
Syeikh Syuraim menambahkan, salju merupakan komponen utama dalam pembentukan sungai dan tanaman. Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dalam sebuah hadis, Nabi berkata, “Hari Penghakiman baru akan tiba setelah negara Arab kembali ke ladang hijau dan sungai.”
Syeikh Syuraim juga menyebutkan bahwa baru-baru ini salju telah turun di wilayah Tabuk. Hal ini mengingatkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadh ketika terjadi Perang Tabuk, “Jika kau berumur panjang, engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun.” 

Sumber : isla

Kamis, 08 Januari 2015

Pembuat Karikatur Nabi Tewas, WNI Diminta Jauhi Keramaian

PARIS - Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Perancis, diminta sementara ini mengindari tempat keramaian. Peringatan tersebut, dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Perancis menyusul aksi penembakan terhadap jurnalis yang memuat karikatur Nabi Muhammad dan dua polisi setempat.
"Dalam aksi itu, tidak ada WNI yang menjadi korban. Tapi, kami tetap meminta WNI yang sudah atau ingin ke Perancis untuk mengindari tempat keramaian. Ini untuk meminimalisasi imbas aksi itu," Minister Councellor-Pensosbud KBRI Perancis, Henry R W Kaitjily, dilansirTribunnews.com, Kamis (8/1/2015).
Terkait aksi penyerangan ke kantor majalah Charlie Hebdo, Henry menuturkan 10 jurnalis dan 2 polisi tewas. Hingga kekinian, polisi masih memburu dua pelaku penembakan.

Sumber : aceh.tribunnews.com

Senin, 27 Januari 2014

Foto Ospek ITN Malang Beradegan Intim Beredar di FB

Dunia pendidikan Indonesia kembali dilanda prahara. Kali ini tentang peredaran foto di FB berupa adegan intim mahasiswa OSPEK ITN Malang (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus Institut Teknologi Nasional). Mahasiswa baru tersebut sepertinya diarahkan untuk melakukan adegan intim yang buat geger Facebook & Twitter. Diduga kuat jika aksi OSPEK mahasiswa baru (maba) ITN ini telah terjadi tindak kekerasan seksual. Di media sosial tersebar beberapa foto yang menunjukkan demikian. Wakil Rektor ITN Malang, I Wayan Mundra mengamini aksi tersebut. Namun, ia menilai ada pihak lain yang lebih mengetahui duduk perkaranya. “Kalau dilihat dari foto-foto yang beredar di media sosial, dan pengakuan para saksi, memang ada kekerasan yang mengarah seksual saat OSPEK berlangsung. Tapi, yang banyak tahu pihak jurusan, yang bersentuhan langsung dengan kegiatan itu,” terangnya. Dikutip dari Kompas, pihak kampus sudah berikan sanksi pada puluhan mahasiswa yang jadi panitia OSPEK. Sanksinya, kata dia, beragam, ada yang dikeluarkan, ada pula yang harus mengulang mata kuliah lagi. Kasus di atas terjadi pada saat pihak kampus ITN Malang menggelar Orientasi Kemah Bakti Desa (KBD) yang diadakan pada 13 Oktober 2013 lalu. Menurut keterangan Mustaqim mahasiswa asal Mataram, kini dari pihak mahasiswa telah mengumpulkan delapan saksi sebagai bagian dari proses tindak lanjut. “Kita dua malam mendatangkan delapan saksi, yang dari jurusan Planologi angkatan 2013. Dari pengakuan delapan saksi itu, mahasiswa memang menerima perlakuan tidak manusiawi,” jelasnya. Ia menambahkan, mahasiswa baru laki-laki disuruh berhubungan laiknya suami istri dengan mahasiswi baru. Yang tidak manusiawi, katanya, peserta OSPEK diberi singkong yang bentuknya seperti alat kelamin dan diminta untuk alat oral.

Pengumuman CPNS K2 Honorer Ditunda BKN & Menpan

Pengumuman CPNS K2 Honorer: Hasil TKD (Tes Kompetensi Dasar) CPNS jalur honorer K2 (kategori dua) ditunda oleh BKN dan Menpan. Adanya kendala teknis menjadi faktor yang membuat pemerintah memundurkan pengumuman dari jadwal yang sudah ditentukan. Pemerintah bukannya tidak berupaya untuk menyampaikan pengumuman tepat waktu. Namun, menurut Kepala BKN (Badan Kepegawaian Negara), Eko Sutrisno, beberapa teknisi masih digunakan oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sehingga sulit rasanya memenuhi target pengumuman pada akhir Januari, Tutur Eko Sutrisno kepada JPNN, “Pemerintah pada dasarnya ingin mengumumkan lebnih cepat. Namun, karena ada kendala teknis otomatis jadwalnya tidak bisa pas. Kalau tidak terkejar, bisa saja loncat ke bulan depan. Intinya, nanti kita kabari lagi karena (pengerjaan hasil TKD) masih diupayakan semaksimal mungkin.” “Pengumumannya kemungkinan akan sedikit mundur. Apalagi ini sudah tanggal 24 Januari,” tambahnya. Pada lain kesempatan, Deputi SDM Aparatur KemenPAN & RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Setiawan Wangsaatmaja, menyebutkan masih ada dua proses yang harus dirampungkan. Yaitu, pemeriksaan dan pemetaan. Simulasi untuk penentuan passing grade, baru ditentukan pada pekan depan. Barulah setelahnya, diadakan pengumuman. “Setelah simulasi, barulah dilakukan pengumuman. Hal ini terjadi agar tidak ada daerah yang tidak memperoleh jatah CPNS karena tidak memenuhi passing grade,” cetus Setiawan.
Sumber : http://sidomi.com/

Kab/Kota Dapat Dana Segar Rp 3,3 Triliun

BANDA ACEH - Mulai tahun 2014 ini, Pemerintah Kabupaten/Kota akan menerima dana otsus sebesar Rp 3,3 triliun. Dana tersebut disalurkan tidak lagi dalam bentuk usulan program, melainkan berupa dana segar. Hal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, dan Wakil Gubernur, Muzakir Manaf, di hadapan seluruh Kelapa SKPA dalam rapat evaluasi APBA 2013 dan persiapan pelaksanaan lelang umum proyek APBA 2014 yang berlangsung di ruang rapat P2K Aceh, Jumat (24/1). “Dana otsus jatah kabupaten/kota akan ditransfer dalam bentuk dana segar ke masing-masing kabupaten/kota, berdasarkan kuota dana yang akan diterimanya. Dalam satu tahun akan dilakukan tiga kali tahapan transfer,” kata Gubernur. Dijelaskannya, transfer dana otsus dalam bentuk dana segar itu dilakukan setelah adanya perubahan Qanun Nomor 2 Tahun 2008 menjadi Qanun Nomor 2 Tahun 2013, Tentang Pembagian dan Tata Cara Penggunaan Dana Bagi Hasil Migas dan Otonomi Khusus (Otsus) Aceh. Meski demikian, pengawasan penggunaan dana itu tetap akan dilakukan secara ketat oleh Pemerintah Provinsi. Oleh karena itu, Gubernur telah menyurati Pemerintah Kabupaten/Kota agar mengirimkan kepala Bappeda dan SKPK terkait untuk mengikuti sosialisasi pengisian format pengendalian dan pengawasan dana otsus, pada tanggal 28 - 29 Februari 2014, di Banda Aceh. “Sosialisasi itu dilakukan agar dalam pelaksanaan penggunaan dana otsus nanti di kabupaten/kota tidak diselewengkan dari apa yang telah diamanahkan dalam pasal 183 UUPA,” ujar Gubernur. Wakil Gubernur Muzakir Manaf menambahkan, dana tersebut akan diawasi oleh Pemerintah Aceh karena ketika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan, yang akan bertanggung jawab atas penggunaan dana tersebut adalah Pemerintah Aceh. “Jadi sosialisasi pengisian format pemantauan dan penggendalian penggunaan dana otsus itu sebagai pemberitahuan kepada kabupaten/kota, bahwa dana otsus yang ditransfer tetap diawasi oleh Pemerintah Aceh,” tegas Wagub.(her)

Minggu, 26 Januari 2014

Sehari, 28 Mobil Toyota Terpesan

BANDA ACEH - PT Dunia Barusa, dealer resmi Toyota di Aceh berhasil membukukan pesanan sebanyak 28 unit dalam program showroom event pada Sabtu (25/1). Mobil sejuta umat, New Avanza tetap menjadi yang terlaris, diikuti si mobil murah Agya yang mulai diminati kaum muda dan keluarga kecil. Azhar, Sales Supervisor PT Dunia Barusa, Sabtu (25/1) menyatakan pemintaan Avanza dan Agya berasal dalam segmen berbeda. Dia mengungkapkan penjualan Agya dalam bulan terakhir ini mulai membaik, walau Avanza teratas dan tetap menjadi andalan dalam penjualan selama ini. “Avanza masih menjadi andalan Toyota dalam menguasai kembali pasar Aceh pada tahun ini, diikuti Agya,” harapnya. Dia mengaku, persaingan di segmen low MPV makin tinggi pada tahun ini, tetapi dia berharap, merk Toyota yang telah melekat dalam diri warga Aceh tidak akan tergoyahkan. Disebutkan, pada November 2013, Avanza terjual 136 unit dan Agya 25 unit, tetapi pada Desember 2013, penjualan Avanza bertambah menjadi 199 unit dan Agya juga naik menjadi 38 unit. Dia menjelaskan, Avanza yang sebagian besar sebagai mobil keluarga, juga masuk ke perusahaan, pemerintahan dan rental. Sedangkan pesanan pada showroom event kemarin, Avanza sebanyak 16 unit, diikuti Agya 5 unit, Innova 4 unit, Fortuner 2 unit dan sedan Etios 1 unit. Sedangkan harga Avanza saat ini, type E manual Rp 178,2 juta; E matik Rp 189,2 juta; G manual Rp 196 juta, G matik Rp 207 juta; G manual 1,5 Rp 202,9 juta, Veloz manual Rp 208,8 juta dan Veloz matik Rp 220,8 juta. Sedangkan harga mobil Agya, E manual Rp 109,25 juta; E matik Rp 119,85 juta; G manual Rp 116,05 juta; G manual TRD Rp 120,55 juta G matik Rp 126,1 juta dan G matik TRD Rp 130,6 juta. Dia menyatakan harga tersebut on the road (OTR) untuk Medan dan di Aceh ditambah ongkos pengiriman.(muh)
sumber : http://aceh.tribunnews.com/

Sabang Kebanjiran Tamu

BANDA ACEH - Dalam sepekan ini hingga 31 Januari 2014, Kota Sabang kebanjiran turis domestik dan mancanegara. Hal ini diyakini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat sebagai dampak dari erupsi tiada henti Gunung Sinabung di Sumatera Utara, maupun banjirnya Jakarta dan sejumlah kota lainnya di Pulau Jawa. "Di Sabang terdapat 73 tempat penginapan dengan 800 lebih kamar, tapi semuanya penuh. Terutama karena tanggal 31 Januari ini libur Imlek sekaligus weekend," kata Kadisbudpar Sabang, Zulfi Purnawati kepada Serambinews.com, Minggu (26/1/2014) siang. Menurut Zulfi, semua kamar hotel, losmen, cottage, sampai homestay di kota wisata itu kini terbooking sampai akhir bulan ini. Termasuk kamar-kamar baru di rumah warga yang belum lama ini ditambah sebagai tempat menginap (homestay). Saking banyaknya tamu dan semua penginapan sudah terbooking, kata Zulfi, sampai-sampai tamu rombongan Manager AirAsia tak bisa menginap di Sabang. Jumlah turis pada akhir bulan ini ke Sabang, menurut Zulfi, melebihi jumlah pelancong pada pergantian tahun dari 2013 ke 2014 yang lalu. "Ramainya turis berlibur ke Sabang pekan ini berkolerasi langsung dengan bencana alam yang terjadi di tempat-tempat lain di Indonesia," kata Zulfi didampingi Kasi Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sabang, Devi Imran. Zulfi menambahkan, turis yang biasanya melancong ke Berastagi atau Bukit Lawang kini beralih ke Sabang karena kawasan tersebut sedang terganggu oleh debu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung yang makin dahsyat dampaknya.Turis-turis yang biasanya berlibur di Jakarta, Bogor, atau Jawa Barat kini ada yang berlibur ke Sabang karena sebagian besar Pulau Jawa kini sedang dilanda banjir. "Mudah-mudahan ke depan, orang ramai berkunjung ke Sabang bukan karena alasan di tempat lain sedang dilanda bencana alam," kata Zulfi. Di antara turis asing yang kini sedang berlibur di Sabang adalah Wakil Wali Kota Elverum, Norwegia. Ia sudah beberapa hari inap di Resort Anoi Itam. Hari ini sang Wakil Wali Kota Elverum tersebut berkunjung ke Km Nol, demikian pula tamu berkonvoi dengan 12 mobil dari Klub Mercedes Benz Jakarta. (*)
sumber : http://aceh.tribunnews.com/

Sabtu, 25 Januari 2014

Pemilik Tambang Emas Ditahan

* Terkait Kematian Tiga Pekerja * Polisi Panggil Kadisperindagkop Pidie SIGLI - Proses hukum terhadap pengusaha tambang ilegal yang berbuntut pada tewasnya tiga penambang yang bekerja di lokasi tambang Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Pidie, terus dilanjutkan oleh pihak kepolisian. Terkait kasus itu Polres Pidie telah menahan pemilik tambang emas ilegal bernama Fauzi (50) setelah dilakukan pemeriksaan secara marathon selama dua hari, Rabu-Kamis (22-23/1). “Fauzi kita tahan sejak Kamis (23/1) malam di sel Mapolres Pidie setelah diperiksa secara merathon selama dua hari, Rabu dan Kamis 22-23 Januari 2014,” kata Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Ibrahim SH kepada Serambi, Jumat (24/1). Menurut Kasat Reskrim Polres Pidie, penahanan terhadap tersangka Fauzi karena yang bersangkutan terbukti mengelola tambang emas ilegal di Geumpang. Operasional tambang emas itu tanpa safety (keamanan) terhadap pekerja. Pekerja juga tidak bisa dipertanggungkan kepada asuransi karena usaha tambang tak memiliki izin. Padahal, kata AKP Ibrahim, bekerja sebagai penambang emas secara tradisional sangat berisiko. Sebab, para pekerja harus menggali lubang untuk mendapatkan material yang akan diolah menjadi bijih emas. “Kedalaman lubang yang digali bervariasi hingga mencapai puluhan meter,” katanya. Kasat Reskrim menjelaskan, pengelola tambang emas seharusnya memiliki izin dari pemerintah sesuai dengan luas areal lahan sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Penambangan. “Pemilik tambang wajib melindungi buruh, baik asuransi kesehatan maupun jiwa,” kata Kasat Reskrim. AKP Ibrahim mengungkapkan, saat ini tambang ilegal menjamur di pegunungan Geumpang. Sehubungan itu pihak kepolisian akan memanggil Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Pidie, M Hasan Yahya dan Kabid Energi dan Sumberdaya Mineral (SDM) Disperindagkop Pidie, T Irwansyah. “Kami ingin mengetahui jumlah penambang liar di Geumpang karena Kabid SDM lebih mengetahui tentang aktivitas mereka,” demikian AKP Ibrahim. Seperti diketahui, tiga penambang emas ilegal ditemukan tewas dalam lokasi tambang di pegunungan Gampong Pulo Lhoih Lamjeu, Kecamatan Geumpang, Pidie, Senin 20 Januari 2014 sekira pukul 18.30 WIB. Para korban diduga meninggal enam jam sebelum ditemukan. Di antara korban, hanya satu orang Aceh, yakni Muhammad (20), warga Gampong Blang Miroe, Kecamatan Bandar Dua (Ulee Gle), Pidie Jaya (Pijay). Dua lainnya, Suandi (28) dan Sandi Andesta (24), berasal dari Provinsi Bengkulu. Bahwa ketiga korban sudah meninggal baru diketahui oleh rekan mereka sesama penambang di lokasi berdekatan yang hendak pulang sekira pukul 18.30 WIB. Namun, mereka tak tahu pasti pukul berapa para penambang yang nahas itu masuk ke lubang tambang liar. Karena lokasi tambang itu jauh dari permukiman penduduk dan harus jalan kaki sekira tiga jam lebih, sehingga proses evakuasi korban berlangsung lama.(naz)
sumber :  http://aceh.tribunnews.com/

Importir via Krueng Geukueh Mengaku Mati Izin

BANDA ACEH - Penahanan sebanyak 250 ton barang impor berupa kedelai, ATK, dan lainnya oleh petugas Bea Cukai Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, diakui oleh importir akibat kesalahan mereka sendiri karena Nomor Induk Kepabeanan (NIK) importir sudah mati. “Ya, itu kesalahan kami sendiri. Seharusnya sebelum memasukkan barang impor, terlebih dahulu kartu NIK-nya diperpanjang,” kata Husin Isma, importir kedelai dan ATK kepada Serambi, Jumat (24/1) melalui telepon selularnya. Husin Isma mengatakan, dirinya tidak tahu bahwa kartu NIK impornya sudah mati. Menurut aturan, enam bulan sebelum masa berlakunya berakhir, harus diperpanjang. “Wajar saja petugas Bea Cukai menahan barang impor yang kami masukkan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh. Jadi, itu bukan kesalahan Bea Cukai tetapi kesalahan kami,” kata Husin. Dijelaskannya, setiap importir punya nomor induk kepabeanan masing-masing. Dalam dokumen impor barang tercantum nomor induk kepaebanan (NIK). Ketika akan membayar pajak, untuk membuka rekening pembayarannya harus memasukkan nomor NIK. “Karena masa berlaku NIK sudah berakhir, pajak juga tidak bisa disetor ke negara. Namun kendala yang kami dihadapi sudah dibantu oleh petugas Kantor Bea Cukai di Pelabuhan Krueng Geukueh,” ujar Husin. Kadis Perindag Aceh, Safwan mengatakan, masih minimnya jenis dan jumlah barang impor yang masuk dan barang ekspor yang ke luar melalui Pelabuhan Kerung Geukueh karena masih sedikitnya importir yang mengantongi NIK. Diharapkan, pada 2014 ini jumlah importir yang memiliki NIK bisa bertambah. Kalau tahun 2013 ada tiga importir di Aceh yang memiliki NIK, tahun 2014 ini diharapkan bertambah menjadi 10 orang atau lebih. “Pengusaha lokal yang ingin mengurus NIK silakan datang ke Kantor Disperindag Aceh, kami siap mengurusnya ke Jakarta,” ujar Safwan menawarkan jasa. Belum terdaftar Pengusaha Aceh Utara sampai kini belum ada yang terdaftar di Disperindagkop Aceh untuk menjadi importir via Pelabuhan Krueng Guekuh. Walaupun perizinan ekspor impor barang tertentu via Pelabuhan Krueng Geukueh telah ditetapkan sejak beberapa bulan lalu. “Kita selalu up-date data pengusaha Aceh Utara ke Disperindagkop Aceh, namun sampai sejauh ini memang belum ada pengusaha kita yang mendaftar sebagai importir,” jelas Ketua Kadin Aceh Utara, Moni Alwi, kepada Serambi, Jumat (24/1). Menurutnya, masih banyak pengusaha lokal khususnya Aceh Utara masih belum berani mencoba hal tersebut, karena ini merupakan hal baru. Apalagi selama ini, bila pun ada beberapa pengusaha di Aceh Utara yang bergerak di bidang impor, itu pun hanya berupa importir gula. “Kita pikir para pengusaha Aceh Utara belum mendaftar sebagai importir karena faktor ketidaktahuan saja tentang berbagai aturan. Karenanya ini menjadi sebuah tugas pemerintah daerah untuk mensosialisasikan secara terus menerus kepada para pengusaha lokal agar mereka berani mencoba peluang ini,” ujarnya. Disinggung tentang barang asal Malaysia yang masih tertahan di Pelabuhan Krueng Geukueh, Moni menilai itu hal yang wajar karena pengusahanya belum memiliki Nomor Pengenal Importir Khusus (NPIK) yang merupakan aturan baku. Dia pun optimis, dengan tertahannya barang ini, ke depannya tidak akan menimbulkan kekhawatiran bagi pengusaha lain untuk melakukan aktifitas ekspor impor via Pelabuhan Krueng Geukueh. Kasi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai TMP C Lhokseumawe Roberto Tambunan yang dihubungi kembali, kemarin, mengakui barang impor masih tertahan di Pelabuhan Krueng Geukueh karena sampai kini pengusahanya belum selesai mengurus NPIK.(her/bah)
sumber : http://aceh.tribunnews.com/